Bentuk- Bentuk Belajar Kelompok

Bentuk-bentuk Belajar Kelompok Radno Harsanto (2007: 44-51) menyebutkan bahwa bentuk-bentuk belajar bersama kelompok adalah sebagai berikut.
1)            Belajar secara berpasangan Dalam bentuk ini, guru membuat pasangan-pasangan sebagai teman belajar. Pasangannya duduk saling bersebelahan seperti pada kelas tradisional. Kegiatan yang dilakukan seperti latihan mengerjakan soal, Tanya jawab dan hafalan.
2)            Kelompok belajar mandiri Dalam bentuk ini, guru membagi siswa yang ada di kelas menjadi beberapa kelompok, dimana setiap kelompok terdiri dari tiga orang siswa dan mereka duduk saling berdekatan. Tugas yang dilakukan oleh kelompok ini adalah memeriksa pekerjaan rumah dan belajar bersama.
3)            Belajar bersama secara berkelompok Belajar bersama dalam kelompok sangat cocok digunakan untuk mempelajari semua bidang studi, dengan syarat bahwa jawaban yang benar hanya ada satu.
4)            Kelompok belajar sistem “pakar” Belajar bersama dengan saling melengkapi dapat digunakan untuk mempelajari semua mata pelajaran. Dalam bentuk ini, ada kelompok yang dinamakan kelompok awal dan kelompok pakar. Siswa yang berada dalam kelompok pakar akan bertugas menyampikan apa yang diketahuinya ke kelompok awal.
5)            Kelompok kerjasama dalam tes Model seperti ini akan mengurangi rasa cemas yang ada dalam diri siswa. Guru berkeliling ke kelompok yang sedang bekerja, mendengarkan siswa dalam mendiskusikan jawaban atas soal.
6)            Regu proyek Salah satu bentuk belajar bersama dalam kelompok adalah belajar bersama untuk menghasilkan suatu produk. Kegiatan seperti ini akan meningkatkan harga diri siswa. Mereka juga akan menjadi lebih ramah dan akan memperhatikan kebutuhan sesamanya.
7)            Proyek satu kelas Proyek seluruh kelas memang membutuhkan waktu lama serta tenaga yang tidak sedikit, akan tetapi hasilnya sangat luar biasa yaitu susasana kelas menjadi akrab dan siswa semangat belajar apabila didukung dengan prestasi belajar yang tinggi.
8)            Catatan untuk kompetisi beregu Persaingan akan membuat membuat permusuhan antar kelompok. Akan tetapi jika dilakukan dalam kelas yang sudah terbentuk kelompok yang kuat dan dilandasi semangat kerjasama, maka persaingan dapat memotivasi siswa untuk berprestasi dan memberi suasana gembira.
Sedangkan Winarno Surakhmad (1998: 117) menjabarkan dasar pengelompokan dalam kerja kelompok adalah sebagai berikut :
1)            Pengelompokan atas dasar perbedaan individual dalam kemampuan belajar. Pengelompokan ini dibuat apabila anggota yang ada dalam kelompok memiliki komposisi yang heterogen ditinjau dari sudut kecakapan siswa.
2)            Pengelompokan atas dasar perbedaan individual dalam minat belajar. Pengelompokan ini dilakukan apabila dalam kelas memiliki minat yang bervariasi. Hal ini juga untuk memberi kesempatan mengembangkan minat masing-masing anak.
3)            Pengelompokan atas dasar peningkatan partisipasi. Pengelompokan ini dimaksudkan untuk merangsang kemampuan anak agar ikut serta bersama kelompok memecahkan masalah yang ada.
4)            Pengelompokan atas dasar pembagian pekerjaan. Pengelompokan ini digunakan apabila terdapat pokok bahasan yang perlu dipecahkan dalam waktu yang sama, maka kelompok dapat dibagi berdasarkan jenis kebutuhan, dan masing-masing bertanggung jawab tugas yang sudah diberikan tersebut
Sedangkan Abdul Majid (2013: 211-212) menjelaskan pembentukan kelompok belajar dibuat bisa berdasarkan 6 jenis yaitu :
1)      Perbedaan individu dalam kelompok belajar. Kelompok ini bisa dibuat jika kelas tersebut heterogen dalam belajar.
2)      Perbedaan minat belajar. Kelompok ini dibuat berdasarkaan kesaamaan minat yang dimiliki oleh siswa.
3)      Pengelompokan berdasarkan jenis tugas atau pekerjaan yang akan diberikan oleh guru ke siswa.
4)      Pengelompokan berdasarkan geografis. Artinya kelompok itu dibentuk berdasarkan daerah tempat tinggal peserta.
5)      Pengelompokan berdasarkan random atau biasanya disebut pengelompokan secara undian.
6)      Pengelompokan atas dasar jenis kelamin yaitu pria dan wanita
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2002: 93-102) menjabarkan macam-macam metode mengajar antara lain: metode proyek, eksperimen, tugas, diskusi, sosiodrama demonstrasi, problem solving, karyawisata, tanya jawab, dan lain-lain.
Moedjiono dan Mohamad Dimyati (1992: 28-96) menjabarkan macam-macam metode mengajar antara lain: ceramah, Tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, pemberian tugas, demonstrasi, eksperimen, simulasi, penemuan, pengajaran unit. Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono

(2004: 181-184) menjelaskan bahwa ada beberapa metode yang bisa diterapkan dalam keseluruhan kegiatan bimbingan belajar yaitu: metode tanya jawab, diskusi, tugas, kerja kelompok, tutor, dan pengajaran individual.

No comments:

Post a Comment

Teknik pembuatan pudding

Cold pudding Menggunakan agar agar sbg pngental dan dpt jg mnggunakan tepung custard dan tepung  maizena. Pengolahan dg cara  dreb...