Membangun Jaringan Wi-Fi (Hotspot)

Artikel Menarik Lainnya Klik Link Dibawah Ini



a.       Menentukan konsep hotspot 
Konsep hotspot ini merupakan awal yang sangat penting untuk ditentukan. Apakah hotspot yang nantinya akan dapat digunakan secara gratis atau harus membeli voucher tertentu? Kita harus menentukan hal dasar ini terlebih dahulu karena akan menyangkut perencaaan infrastruktur hotspot itu sendiri.
Alternatif yang biasa dipilih adalah memberikan waktu trial khusus secara gratis selama beberapa waktu (satu atau dua bulan pertama). Selanjutnya, pengunjung harus membayar atau membeli voucher sebelum bisa mengakses hotspot Kita. Kadang kala, ada beberapa tempat yang memang sengaja memberikan layanan Wi-Fi hotspot secara gratis. Namun, Kitaharus berbelanja (atau memesan makanan) selama mengakses hotspot tersebut.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5QqEnz_zFky9D5p987D6ndYydmFXVqbPOL2HvEuvq_FKHzHoLQ1mne5zxEtlS4LpfJux_rgFPDVgMHyRpexI2MeXD8u_hDn3jvGxugJet3tP_q0SG81rdi9SxmRvg8qzEEn5kpiG-66Rp/s1600/Picture7.jpg

b.      Akses Internet yang cukup cepat
Hal pertama yang harus dimiliki adalah akses Internet. Akses Internet ini pada umumnya menggunakan layanan broadband dengan kecepatan yang cukup tinggi (128 Kbps atau lebih), tergantung target jumlah pengunjung yang akan mengakses layanan hotspot ini.

c.        Membuat hotspot tanpa billing
      Bagian ini akan membahas singkat mengenai cara pembuatan hotspot gratis (tanpa sistem billing tertentu). Secara umum, sistem hotspot gratisan tidaklah berbeda jauh dengan sistem Wi-Fi di rumah yang saat ini mulai banyak digunakan. Kita hanya perlu beberapa alat untuk membuat jaringan seperti ini.
Alat pertama yang harus kita miliki tentunya adalah modem. Modem ini harus disesuaikan dengan jenis koneksi Internet yang kita gunakan (ADSL, Cable, dan lainnya).

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsoOjb9n1k_J3pZUjTxAYYKVOTT5LcUjmnsve7mqrdfcrgPSz4gcTwJp00Urv7rd_a05ZiQrVdXby5ZLHAIC4ZBAC_eSwLuc96-pB0i2gVoFcWF6o-cR5kJfGLl6JoAIA474qXm9WvVQNr/s1600/Picture9.jpg

4. Membuat hotspot dengan billing
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwoM1RGuXKzviawW1MTLA97hqsEmGSB0RKDwLp_m8elJG6_EpSSyuzy1tRVHUU0i2Os0HhANsmb2JcIoxvNNRW41n7klV0fcFfGrXPzS6-L5ZEyvoa6gOPiQOFsIgUTopv_gFMe6ewjRDh/s320/Picture10.jpg

            Membuat hotspot dengan billing memang lebih rumit dibandingkan dengan tanpa billing. Sistem yang umum digunakan adalah dengan menggunakan voucher generator yang secara otomatis akan dibuat oleh sistem. Hampir semua vendor wireless besar sudah memiliki sistem ini. Sistem ini umumnya bisa bekerja secara independen. Ia memiliki fungsi router/gateway dan juga Access Point (kita tetap harus membeli modem). Sistem billing dan voucher generator-nya telah terintegrasi. Biasanya, ia juga memiliki keypad (untuk menentukan jumlah voucher yang dibeli) dan printer (untuk mencetak voucher). Sistem ini hanya perlu dikonfigurasi saat awal via PC, selanjutnya semua operasi sistem bisa bekerja secara independen. PC hanya dibutuhkan untuk melakukan perubahan konfigurasi saja.

1.    Konfigurasi akses Internet
            Infrastruktur jaringan yang harus dibuat pada dasarnya cukup sederhana. Dasarnya, untuk koneksi ke Internet akan dibutuhkan modem. Dari modem, koneksi akan dimasukkan ke router atau gateway. Selanjutnya, dari router koneksi baru dibagi ke client via koneksi kabel ataupun wireless (via Access Point). Hampir semua alat sejenis bisa dikonfigurasi via jaringan dari PC client. Syarat utamanya adalah IP dari client harus satu segmen dengan IP dari perangkat yang ingin dikonfigurasi. Kita bisa mencari informasi ini di buku manual perangkat .
            Proses konfigurasi awal yang biasanya harus dilakukan adalah melakukan koneksi ke Internet via modem. Salah satu port pada router (port WAN) biasanya harus dihubungkan ke modem. Selanjutnya, proses konfigurasi biasanya dilakukan via interface web based yang disediakan oleh router kita.

2.    Masalah DHCP server
            Setelah jaringan sukses terkoneksi, maka kita harus mengaktifkan DHCP server. DHCP server ini berguna untuk memberikan IP secara otomatis kepada setiap user. Cara ini memudahkan pengunjung untuk mengakses hotspot kita (khususnya untuk sistem free tanpa login). Namun, cara ini bisa juga memberikan lubang keamanan karena kita lebih sulit untuk mengendalikan pengunjung yang mengakses hotspot.
Menurut CHIP, jalan terbaik sebenarnya tergantung kita sendiri. Untuk kita yang menerapkan sistem free (tanpa voucher), tidak mau repot dengan pengaturan IP, dan tidak keberatan hotspot diakses oleh banyak orang, maka mengaktifkan DHCP adalah jalan terbaik. Batasi jumlah client yang akan diberikan IP oleh DHCP (misal 10 client).Dengan begitu, jumlah pengunjung yang bisa mendapatkan IP hanya maksimal 10 client saja.        
            Jika kita mau lebih selektif, maka DHCP boleh dinonaktifkan. Setiap user yang akan mengakses hotspot harus terlebih dahulu meminta informasi alamat IP dari kitaselakupemilik hotspot. Bagi kita yang menerapkan sistem login/voucher, maka DHCP server boleh diaktifkan. Soalnya, user tidak akan bisa mengakses Internet tanpa username dan password yang benar dari voucher, walaupun ia telah mendapatkan IP dari DHCP server.

3.    Memantau statistik user
            Hal ini hanya perlu dilakukan oleh kita yang menggunakan sistem login. Masuklah ke router dan cari menu “Account Table” atau sejenisnya. Di sana, kita bisa menemukan username dan password yang di-generate oleh sistem.
Informasi yang lebih detail seperti lama login, sisa waktu login, dan jumlah uang yang dibayarkan juga bisa dilihat. Pastikan saja bahwa tidak ada kejanggalan di sini. Setiap kejanggalan sebaiknya segera diperiksa lebih detail.

4.    Enkripsi yang tepat
            Jaringan wireless tanpa enkripsi sangatlah tidak aman. Oleh sebab itu, aktifkan fungsi enkripsi setidaknya WEP 64 atau 128 bit. Perlu diperhatikan bahwa dengan aktifnya enkripsi maka proses zero configuration akan sulit untuk dilakukan. User harus memasukkan enkripsi yang sesuai sebelum bisa login ke dalam hotspot.

5.    Client yang ingin mengakses
            Tidak semua client memiliki kepandaian yang setara. Apalagi untuk kawasan hotspot yang tidak zero config (membutuhkan pengaturan/konfigurasi tambahan). Oleh karena itu, kita selaku pemilik hotspot harus bisa menyediakan informasi yang jelas agar user bisa login dengan mudah. Beberapa konfigurasi pengaturan seperti alamat IP (untuk hotspot tanpa DHCP server), metode enkripsi, sampai pemilihan Access Point (untuk area yang memiliki beberapa hotspot), harus diinformasikan dengan jelas kepada calon pengguna. Setidaknya, kita menyediakan satu atau dua petugas yang mengerti teknis konfigurasi client hotspot. Konsumen yang kecewa dapat dengan mudah meninggalkan tempat kita dan mencari hotspot lain yang lebih informatif.

6.    Pengaturan menjadi kunci
            Proses pengaturan akan memegang peranan penting. Tanpa proses pengaturan yang benar, bisa jadi hotspot tidak bekerja maksimal. Pengaturan pertama yang harus lakukan adalah mengatur konfigurasi Internet. SMC mendukung penggunaan gateway sampai dengan empat buah jalur koneksi (router ini menyediakan total lima port switch). Kita bisa memilih untuk menggunakan satu sampai empat buah gateway yang mendukung fungsi load balancing (berdasarkan port maupun alamat IP).
            Pengaturan lanjutan yang juga harus dilakukan adalah pengaturan keamanan. Kita harus mengatur enkripsi login dan enkripsi untuk koneksi (WEP atau WPA). Pengaturan terakhir adalah untuk menentukan harga sewa dari hotspot . Harga sewa ditentukan per unit. Sementara itu, setiap unit memiliki durasi waktu tertentu. Semuanya bisa diatur dari interface web router ini.
            Setelah proses konfigurasi selesai, maka sistem akan otomatis meminta kita untuk melakukan restart router. Klik tombol “Restart” dan tunggu sekitar 10 detik sampai sistem menampilkan kembali layar login.

7.        Tahap uji coba
            Setelah semua proses konfigurasi selesai, maka sudah siap untuk mencoba hotspot. Cara mencetak voucher sebenarnya sederhana saja yaitu mengetikkan jumlah unit pada keypad numerik yang disediakan. Misalkan, mengetikkan angka “0”, “2”, dan “Enter”, maka voucher akan dicetak dengan nominal dua unit. Waktu per unitnya merupakan waktu yang telah kita tentukan sebelumnya. Nominal harga per unit yang tercetak juga sudah ditentukan dalam pengaturan sebelumnya. Sebagai tambahan, alat ini juga akan mencetak konfigurasi jaringan yang harus diatur oleh calon pengguna pada notebook/PDA-nya.

Biaya Membuat Hotspot
            Dengan asumsi koneksi dengan  speedy, maka biaya yang akan diinvestasikan tergantung
paket apa yang digunakan.

Dengan estimasi sebagai berikut:
·         Modem: Rp.50.000,- s/d Rp.300.000,-
·         Router: ≥ Rp. 300.000,-
·         Kabel UTP 4 buah Rp. 200.000,-
·         Akses Point ± Rp. 200.000,-


Kira-kira ≥ Rp.1000.000,- total biaya yang harus untuk menyediakan peralatan  instalasinya.

No comments:

Post a Comment

Teknik pembuatan pudding

Cold pudding Menggunakan agar agar sbg pngental dan dpt jg mnggunakan tepung custard dan tepung  maizena. Pengolahan dg cara  dreb...